Langkah revitalisasi PT Wong Hang Bersaudara dan PT Akarsa Garment ini berhasil menyerap kembali sekitar 1.500 tenaga kerja. Peresmian operasional pabrik dihadiri langsung oleh Gubernur Jawa Tengah, Ahmad Luthfi, dan Wakapolri, Komjen Pol. Dedi Prasetyo.
Momen pembukaan kembali gerbang pabrik ini menjadi sangat emosional bagi para buruh, termasuk Dewi. Ia menceritakan pahitnya masa menganggur selama hampir satu setengah tahun sejak pabrik dinyatakan pailit pada 29 Februari 2024."Selama ini bertahan dengan kerja serabutan. Sekarang rasanya lega sekali bisa punya kepastian penghasilan lagi. Harapan saya, pabrik ini terus berlanjut," ungkap Dewi penuh syukur.
Senada dengan Dewi, Nurul yang merupakan tulang punggung keluarga juga merasakan kebahagiaan serupa. Bagi mereka, kembalinya mesin produksi bukan sekadar soal angka statistik, melainkan tentang keberlangsungan dapur rumah tangga.
Direktur PT Akarsa Garment, Alfindra Almandra, menjelaskan bahwa proses revitalisasi ini didukung oleh sekitar 900 unit mesin produksi. Saat ini, pabrik difokuskan untuk memproduksi penutup kepala atau balaklava.
Sementara itu, perwakilan manajemen, Steven Wongso, memastikan bahwa perusahaan berkomitmen penuh terhadap kesejahteraan karyawan. "Kami pastikan hak-hak normatif, termasuk kepesertaan BPJS Ketenagakerjaan, sudah terpenuhi bagi seluruh pekerja, baik karyawan lama maupun baru," tegasnya.
Dalam sambutannya, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menegaskan komitmen pemerintah dalam menjaga iklim investasi. Ia menjamin Jawa Tengah bebas dari praktik premanisme yang dapat mengganggu jalannya industri."Kami memberikan kepastian hukum dan kemudahan perizinan. Hingga triwulan III 2025, investasi di Jawa Tengah telah mencapai Rp66,13 triliun. Sektor padat karya tetap menjadi prioritas kami untuk menekan angka pengangguran," tutur Ahmad Luthfi.
Di sisi lain, Wakapolri Komjen Pol. Dedi Prasetyo mengingatkan pentingnya hubungan industrial yang harmonis. Menurutnya, buruh adalah pilar ekonomi nasional, sehingga keselamatan dan kenyamanan kerja harus menjadi prioritas utama pihak perusahaan.
Kembalinya operasional pabrik ini diharapkan menjadi pemantik bagi pemulihan ekonomi di Pemalang, sekaligus membuktikan bahwa sinergi antara pemerintah, aparat keamanan, dan pelaku usaha mampu menciptakan lapangan kerja yang berkelanjutan.*



0 Komentar